
JAKARTA (Riauoke.com)– UNICEF Indonesia, bersama Water Resilience Coalition (WRC) dan bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, pemerintah daerah, serta CEO Water Mandate (inisiatif UN Global Compact yang bermitra dengan Pacific Institute), mengumumkan peluncuran BERSAMA, sebuah inisiatif multipihak untuk memperkuat ketahanan air dan memperluas akses terhadap layanan air minum, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang berketahanan iklim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat.
BERSAMA (Berketahanan Air untuk Sanitasi dan Air Minum Aman) mempertemukan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengatasi kebutuhan serta persoalan kualitas air di wilayah yang paling terdampak risiko iklim.
Inisiatif ini mendukung upaya nasional Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap layanan air minum dan sanitasi yang dikelola secara aman melalui peningkatan ketahanan iklim sistem penyediaan air, penguatan kebijakan dan sistem, serta peningkatan kesadaran masyarakat dan pelibatan para pemangku kepentingan.
Di seluruh Indonesia, perubahan iklim terus menimbulkan berbagai tantangan terkait air. Pada 2025 saja, Indonesia mengalami lebih dari 4.700 bencana, dan hampir separuhnya berkaitan dengan banjir. Bencana semacam ini dapat merusak sistem penyediaan air, mencemari sumber air, dan meningkatkan risiko penyakit seperti diare. Dampaknya juga dirasakan anak-anak melalui terganggunya akses terhadap layanan sosial esensial, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan layanan perlindungan anak.
“Air yang aman, mulai dari sumber hingga rumah tangga, merupakan hal mendasar untuk melindungi hak anak atas kesehatan yang baik dan lingkungan yang aman, terlebih ketika tantangan iklim semakin sering terjadi. Ketika banjir, kekeringan, dan kelangkaan air mengganggu layanan esensial, anak-anak termasuk kelompok yang paling terdampak. Melalui BERSAMA, UNICEF dengan senang hati bergandengan tangan dengan Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat sistem air agar anak-anak dapat tumbuh sehat dalam lingkungan yang aman,” ujar Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia.