
“Saya melihat kehadiran Yong Bengkalis di lingkungan Universitas Islam Riau bukan sekadar penambahan fasilitas kuliner di kampus. Lebih dari itu, tempat seperti ini memiliki potensi menjadi ruang perjumpaan yang produktif bagi mahasiswa, dosen, praktisi, maupun berbagai elemen masyarakat. Dalam banyak kesempatan, ide-ide besar, gagasan kreatif, hingga berbagai inisiatif sosial sering lahir dari suasana diskusi yang santai dan terbuka seperti yang ditawarkan oleh sebuah kafe,” ujarnya.
Dheni menilai, kampus modern tidak hanya membutuhkan ruang belajar formal, tetapi juga ruang-ruang sosial yang dapat mendorong pertukaran gagasan dan penguatan budaya intelektual.
“Sebagai kampus yang terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi terbesar di Riau, UIR membutuhkan ruang-ruang pendukung yang mampu memperkuat ekosistem akademik. Mahasiswa hari ini tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga membangun jejaring, bertukar pikiran, dan mengasah kemampuan komunikasi di berbagai ruang publik. Kehadiran Yong Bengkalis dapat menjadi salah satu alternatif tempat yang mendukung tumbuhnya budaya diskusi, literasi, dan kreativitas di kalangan generasi muda,” kata Dheni sambil meneguk teh tarek panas Yong Bengkalis.
Ia juga mengapresiasi langkah Yong Bengkalis yang memilih kawasan kampus sebagai lokasi ekspansi berikutnya.
“Kami dari JMSI Riau tentu mengapresiasi langkah Yong Bengkalis yang memilih berekspansi ke lingkungan kampus. Ini menunjukkan adanya sinergi positif antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Kami berharap keberadaan Yong Bengkalis tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi ruang yang mempertemukan berbagai gagasan, mempererat silaturahmi, serta ikut berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan,” tambahnya.