
Kesibukan yang luar biasa ini ternyata membawa dampak sosial tersendiri bagi pola asuh keluarga di Jepang. Di negara ini, sudah menjadi hal yang lumrah jika anak-anak menitipkan orang tua mereka yang sudah lansia ke panti jompo untuk diurus oleh negara. Mereka biasanya hanya datang berkunjung sekali dalam dua pekan.
Mengapa mereka tidak mau mengurus orang tua mereka sendiri? Jawabannya agaknya sederhana: tuntutan pekerjaan yang menyita waktu di luar rumah. Saat tiba di rumah pun, semua urusan rumah tangga harus dikerjakan sendiri karena di Jepang praktis tidak ada yang namanya pembantu rumah tangga.
Maka tidak perlu heran jika Anda melihat ada lansia berusia 80 tahun yang masih aktif bekerja. Bagi mereka, itu adalah sebuah upaya keras untuk membuktikan bahwa mereka masih produktif dan tidak harus dikirim ke panti jompo saat usia produktif mereka telah terlewati.