×
HOME / Traveling
Belajar dari Jepang: Dari Sistem Keamanan Digital hingga Sisi Lain Kehidupan Lansia
Rabu, 20 Mei 2026 | 09:46:02 WIB
Editor : hakim | Penulis : hakim
Suasana pagi hari di Kota Shinjuku, Ohayo..

Untuk menyiasati keterbatasan lahan, rumah-rumah di Jepang umumnya dibangun bertingkat menggunakan material kayu dan asbes yang dirancang khusus agar tahan gempa. Lantai dasar biasanya difungsikan sebagai ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang servis. Sementara lantai dua terdiri dari beberapa kamar yang khusus digunakan untuk beristirahat.

Uniknya, rata-rata rumah di Jepang menggunakan pintu geser dan tidak dikunci. Ya, siang dan malam rumah kerap ditinggal begitu saja dalam keadaan tidak terkunci!

Inilah hal yang sering saya khayalkan bisa terjadi suatu hari nanti di Pekanbaru. Karena kamera pengawas berada di mana-mana dan gerak-gerik warga asing dipantau dengan sangat ketat, warga Jepang tidak perlu merasa khawatir rumah mereka akan dimasuki oleh orang tak dikenal.

Baca :

Kondisi lingkungan yang aman ini menjadi krusial mengingat masyarakat Jepang dikenal sebagai penikmat kerja (workaholic). Sejak pukul enam pagi, mereka sudah bergegas pergi bekerja dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Mereka baru kembali ke rumah sekitar pukul tujuh atau delapan malam karena umumnya harus mengambil kerja lembur di perusahaan masing-masing.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para mahasiswa dan pekerja asal Indonesia yang menetap di sana. Mereka umumnya tinggal di apartemen kecil dengan ruang-ruang yang cenderung sempit demi menyesuaikan dengan isi kantong.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Gambar Artikel
12 BUMN Jadi First Movers Tempat Kerja Ramah Keluarga
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:35:00 WIB
Internasional
Gambar Artikel
Asia Dorong Produksi Akuatik ke Rekor Tertinggi
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:20:00 WIB
Travelling
Daerah