
JAKARTA (Riauoke.com)– Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) - PTIK Lemdiklat Polri sekaligus Wisuda Tahun Anggaran 2026, sebuah gagasan visioner mengenai masa depan kepolisian Indonesia resmi digaungkan. Sebuah orasi ilmiah bertajuk “Green Policing: Polisi sebagai Penjaga Peradaban” dipaparkan di hadapan para guru besar, akademisi, pejabat tinggi Polri, serta para wisudawan generasi penerus Kepolisian Republik Indonesia.
Gagasan Green Policing ini lahir dari sebuah kesadaran mendalam bahwa tantangan keamanan masa depan telah bergeser. Polri tidak lagi hanya dihadapkan pada kejahatan konvensional, melainkan juga pada krisis ekologis yang mengancam keberlangsungan hidup manusia.
"Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan gambut, pencemaran sungai, perambahan kawasan hutan, hingga ancaman terhadap satwa liar adalah persoalan nyata. Semua ini membutuhkan cara pandang baru dalam pemolisian," ungkap pembicara dalam orasi ilmiah tersebut.
Evolusi Keamanan: Dari Menjaga Negara hingga Menjaga Bumi
Green Policing diperkenalkan sebagai bentuk evolusi dari konsep keamanan modern. Jika dahulu fokus utama kepolisian adalah menjaga keamanan negara (state security), kemudian berkembang menjadi menjaga keamanan manusia (human security), maka kini Polri harus melangkah lebih jauh: menjaga keamanan ekologis (ecological security).